![]() |
| Ikon Volunteer Site Versi 3 [www.greenmap.org] |
Peta Hijau
Pejalan Kaki, Apa Kabar?
Kami kembali berkumpul di Le Warung untuk membicarakan
beberapa hal terkait dengan Peta Hijau Pejalan Kaki. Kali ini lebih banyak
teman yang datang. Ada Sita, Satriya, dan Mbak Liek dari Peta Hijau Yogyakarta,
Mufti dan Untung dari Paguyuban Pengamat Burung Jogja [PPBJ], Febri dari Flora
Indonesia, Mas Budi dari Komisi Pemberantasan Bensin Bertimbel [KPBB], dan Mbak Mel.
Di awal obrolan Mbak Mel menanyakan soal pandangan atau
respon kami semua terhadap kegiatan pemetaan ini. Secara umum merespon positif
meskipun masih belum diketahui masalah komitmen dari teman-teman di luar tim
inti ini. Setidaknya sudah ada iktikad baik di awal.
Mbak Liek yang berhalangan hadir dalam obrolan pertama
turut mendukung kegiatan ini. Ia menekankan tentang keluaran yang harus dihasilkan
nantinya, yaitu berupa peta.
Saya hanya mengemukakan fakta bahwa dari segi Sumber Daya
Manusia sangat terbatas. Untuk itu dalam kegiatan pemetaan perlu bantuan
teman-teman Peta Hijau Yogyakarta dalam penyebarluasan informasi kegiatan guna
menjaring relawan.
Satu hal yang saya tekankan juga ialah mengenai PetaHijau yang dijadikan payung kegiatan. Jika demikian maka setiap relawan
idealnya mengerti dasar-dasar Peta Hijau terutama dalam hal esensi. Jadi selain
menambah jaringan relawan juga bisa mendapatkan pengetahuan baru mengenai
pemetaan.
Apa Itu Peta
Hijau?
Pemetaan yang akan kami lakukan ini menggunakan metode
Peta Hijau. Untuk kepentingan itu di bagian awal Mbak Mel menanyakan tentang
pengetahuan kami mengenai Peta Hijau. Pertanyaan itu ditujukan selain untuk
mengetahui popularitas Peta Hijau [:P] juga untuk memberikan pernyataan penting
di awal mengenai Peta Hijau.
Hingga detik ini hampir sebagian besar orang akan
menjurus kepada lingkungan dalam arti sempit –pohon, sungai, titik hijau-
ketika mendengar “Peta Hijau”. Padahal “Peta Hijau” lebih dari sekedar itu.
Peta Hijau itu salah satu metode dalam penelitian. Begitu cerita yang saya
dapatkan dari teman-teman Peta Hijau Yogyakarta.
Bersiap Untuk
Memetakan
Hal yang harus dilakukan berikutnya ialah mempersiapkan workshop untuk relawan. Di dalam workshop itu akan dibahas mengenai latar
belakang pembuatan Peta Hijau Pejalan Kaki berikut perangkat-perangkat
surveinya. Juga akan diperkenalkan tentang tiap aspek yang akan dipetakan,
misal fasilitas pejalan kaki, potensi pusaka, flora, dan fauna.
Nah, berikut hal-hal yang harus disiapkan:
1. Membuat
batasan lokasi dan waktu survei.
2. Menyusun
bagan alir manajemen tim terkait dengan pembagian tugas –dalam hal ini internal tim inti-.
3. Menyediakan
perangkat-perangkat workshop seperti
materi ice breaking, metaplan isu pedestrian, materi simulai
untuk membuat daftar pertanyaan, dan contoh formulir survei.
4. Membuat
lebih dari 1 rencana, misal rencana A dan B. Rencana A dengan asumsi relawan
yang terjaring dalam jumlah besar sementara rencana B dengan asumsi relawan
yang terjaring dalam jumlah kecil. Itu akan digunakan untuk menentukan teknis
pemetaan di lapangan.
5. Membuat
woro-woro yang sudah spesifik. Artinya di dalamnya sudah tercantum divisi-divisi
yang dibutuhkan seperti divisi basis data, riset, olah data, desain,
dokumentasi, dan survei. Jadi calon relawan dapat masuk ke divisi yang sesuai
dengan minatnya. Perlu juga mencantumkan “iming-iming” sertifikat J.
6. Mengadakan
nonton bareng atau sekedar karokean untuk mengusir kejenuhan akibat rutinitas
sehari-sehari. Kegiatan ini bisa dijadikan sarana untuk memperkuat solidaritas
tim Peta Hijau Pejalan Kaki J.
Waktu: Rabu, 1
Februari 2012 [Pkl. 19.30 – selesai]
Tempat: Le
Warung, Jl. Cik Di Tiro
(*) Disarikan dari notulensi Mbak Melly



17.35
Jaladwara

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar