![]() |
| Salah satu diorama di ruang 2. |
Diorama yang terang benderang tampak mencolok di tengah
nuansa remang-remang ruang koleksi Museum Benteng Vredeburg. Cara penyajian
diorama menyilaukan mata dan justru membuat pusing. Informasi yang disampaikan
pun tak menarik untuk dibaca karena tampilannya yang sangat kuno. Saya sungguh
tak mendapatkan satu hal positif yang dapat melekat di ingatan. Itu kesan
terakhir saya ketika berkunjung ke sini, sekitar 2009. Namun sekarang kesan itu
lenyap.
![]() |
| Salah satu diorama di ruang 2. |
Ternyata kenaikan harga tiket masuk menjadi Rp 2.000,-
berdampak pada keseriusan pihak museum untuk meningkatkan kualitas penyajian
koleksinya. Setidaknya sudah terbukti pada ruang diorama 1 dan 2.
Kedua ruang itu saat ini disulap pencahayaannya seperti
pada museum-museum kelas dunia. Warna cahaya yang lembut serta jauh dari kesan
remang-remang dan suram membuat saya betah berlama-lama menikmati koleksi
museum ini.
![]() |
| Pengunjung berdiskusi dengan leluasa. |
Diorama-diorama yang disajikan pun dilengkapi dengan
nomor urut. Meskipun tidak terdapat keterkaitan langsung antar diorama, namun
dapat membantu saya untuk mengendapkan informasi agar tidak saling tumpang
tindih. Penomoran itu juga membuat saya tidak bingung dan bersedia membaca
informasi yang telah disediakan.
Selain itu tiap ruang dilengkapi dengan fasilitas
multimedia berupa informasi yang ditampilkan melalui layar sentuh. Bentuknya berupa
layar yang dipasang langsung menempel dinding dan diletakkan di atas kotak yang
desainnya menyesuaikan dengan bentuk gerbang masuk benteng.
![]() |
| Fasilitas multimedia. |
Terobosan lainnya ialah dengan menyediakan kursi-kursi
untuk pengunjung bersantai menikmati koleksi diorama. Menurut saya ini luar
biasa. Satu hal yang jarang saya jumpai ketika berkunjung ke museum-museum yang
terbilang cukup bagus di Indonesia.
![]() |
| Kursi untuk pengunjung di dalam ruang pamer museum. |
Jika biasanya saya sering bingung membaca koleksi museum
karena tidak diberikan papan penunjuk arah yang jelas maka saya tidak lagi
mengalaminya di sini. Pihak museum cukup jelas memberikan penunjuk arah berupa
panah-panah. Pengunjung dapat mengikuti panah-panah itu hingga mencapai koleksi
akhir. Jadi, jangan takut nyasar di museum ini.
Hal-hal penunjang seperti alarm dan pemadam api juga
disediakan di tiap ruang. Bahkan sekarang tiap ruang dilengkapi dengan pintu
darurat.
![]() |
| Pintu darurat, penujuk arah, dan pemadam api. |
Dulu saya sering malas jika berkunjung ke BentengVredeburg dan harus masuk ke museumnya. Bagi saya itu membosankan dan hanya
buang tenaga serta waktu. Namun kini
reformasi sudah dilakukan oleh pihak benteng. Satu hal yang patut diapresiasi. Semoga
ruang diorama 3 dan 4 segera dibenahi. Setelah itu baru memikirkan strategi
penarik umpan agar pengunjung museum meningkat. [Inu*]
*Kunjungan dilakukan pada 29 Maret 2012.
*Kunjungan dilakukan pada 29 Maret 2012.



12.32
Jaladwara






Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar