Rabu, 08 Januari 2014

Menjajal Nikmatnya Dendeng Batokok Khas Kerinci [Ekspedisi Kuliner Nusantara]

Dendeng muncul dalam catatan Justus van Maurik pada 1897. Di dalam bukunya, “Indruken van een Totok” –“Kesan dari Seorang Belanda Totok-, van Maurik menyebutkan beberapa nama makanan tradisional, salah satunya dendeng. Dendeng terbuat dari bahan baku daging sapi.

Ada beberapa macam dendeng, yaitu dendeng balado, dendeng batokok, dendeng lambok, dan dendeng baracik. Dendeng batokok menjadi dendeng yang paling populer selain dendeng balado. Tak hanya dikenal di Sumatera Barat, dendeng batokok juga menjadi makanan khas daerah Kerinci, Jambi.

Biasanya warung makan yang menyediakan jenis kuliner ini akan menyebut langsung dendeng batokok dalam papan namanya.

Disebut “batokok” karena dalam proses memasaknya, daging yang sudah direndam di dalam bumbu dipukul-pukul dengan palu, alias ditokok.

Kemudian daging diiris dengan ketebalan sekitar 1 cm. Lalu ditokok kembali agar seratnya pecah dan daging menjadi lebih tipis dan lebar. Nah, proses tersebut semakin membantu bumbu meresap ke dalam serat daging. Selanjutnya daging dibakar di atas bara arang tempurung kelapa, lalu dilumuri minyak kelapa.

Kami mencicipi dendeng batokok khas Kerinci ini di dua warung. Yang pertama di Rumah Makan Pusako. Di sini kebetulan dendeng batokok tidak ditemani oleh sambal khususnya. Namun rasanya tetap mantap. Aroma asap begitu terasa dalam tiap gigitannya. Di Rumah Makan Pusako Duo dendeng dibentuk lingkaran dengan taburan bawang goreng di atasnya. Di sini dendeng yang kami santap ditemani oleh sambal spesialnya yang terbuat dari cabai giling. Biasanya orang Kerinci menambahkan kecap sebagai teman menyantap dendeng batokok. Teksturnya lebih empuk dibandingkan dengan dendeng di Rumah Makan Pusako. Namun aroma asapnya kurang kentara.

Biasanya dendeng batokok ini dimakan bersama dengan nasi dari beras Payo yang merupakan jenis padi lokal Kerinci. Ukuran butirnya kecil-kecil. Teksturnya pulen dan rasanya tidak begitu manis. Cobalah singgah ke Jambi atau Kerinci. Jadikan dendeng batokok khas Kerinci ini sebagai menu utama makan siang Anda. Aroma asap yang tertinggal dalam tiap lembar dagingnya dijamin bikin ketagihan :)

Dendeng batokok khas Kerinci di Rumah Makan Pusako

Papan nama Rumah Makan Pusako
Penyajian dendeng batokok khas Kerinci di Rumah Makan Pusako Duo
Dendeng batokok khas Kerinci berbentuk lingkaran

Nasi dari beras Payo khas Kerinci
Rumah Makan Pusako Duo

0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys