Sabtu, 11 Agustus 2012

Tips Berlibur ke Laut


Perairan di Pulau Cemara Besar
Awalnya saya enggan untuk “turun” ke laut. Tapi setelah dipikir-pikir rugi juga kalau tidak “turun” setelah melewati perjalanan panjang dan bisa sampai di kepulauan nan indah ini. Karimunjawa menjadi satu tempat paling berkesan dalam hidup saya. Di tempat inilah untuk kali pertama saya menikmati keindahan bawah laut dengan snorkelingan. Meskipun menggunakan pelampung, namun saya tetap dapat menikmati surga bawah laut Karimunjawa.

Pergi bersama Jaladwara membuat saya berhati-hati dalam snorkelingan. Ternyata ada banyak rambu-rambu yang harus kita ikuti selama berwisata di laut. Nah, berikut hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berwisata di laut menurut marinebuddies.

DO:
Latihan snorkeling dahulu
sebelum "turun" ke laut
1.Pilih peralatan menyelam yang ramah terhadap lingkungan.
2.Belajar keahlian snorkeling jauh dari terumbu karang.
3.Pastikan peralatan yang akan kamu bawa saat snorkeling akan terpakai sepenuhnya. Agar tidak terjadi kesulitan saat berada di dalam laut.
4.Bila kamu ragu-ragu terhadap kondisi laut yang akan diselami, gunakanlah jaket selam.
5.Pelajari lebih jauh mengenai “Ramah Lingkungan”.
Pemilik perahu mengaitkan
tali di terumbu karang















DON’T DO:
1.Menyentuh, berdiri, atau istirahat sejenak di atas terumbu karang. Walaupun kamu menggunakan sarung tangan dan sepatu selam, di sana terdapat binatang yang sangat lembut dan kadang tidak terlihat oleh mata. Aktivitas menyentuh terumbu karang bisa merusak, merugikan, bahkan membunuh biantang tersebut.
Hal kecil yang dapat merusak ekosistem laut
Bukan untuk ditiru
2.Mengambil gambar di area terumbu karang dari jarak yang dekat. Disarankan agar tidak terkontak langsung dengan terumbu karang.
3.Memburu, merusak, memancing, bahkan menangkap semua makhlup hidup yang ada di laut.
4.Mengambil apapun yang ada di laut, baik dalam keadaan hidup atau mati.

Selain hal-hal di atas, berdasarkan pengalaman Jaladwara, penting juga untuk memerhatikan beberapa hal seperti berikut:
Pilih pelampung terbaik
1.Pilih pelampung terbaik. Pastikan pelampung yang kamu pilih tidak robek di sisi tertentu, masih memiliki pengait yang lengkap, dan sesuai dengan ukuranmu. Pelampung yang aman akan sangat membantu bagi yang tidak bisa berenang atau awam dengan wisata bawah laut.
2.Pilih kaki katak sesuai dengan nomor kakimu. Kaki katak dapat membantu kita dalam menyelam atau snorkelingan. Kaki katak yang tidak “pas” di kaki akan menghambat aktivitas di bawah laut.

Aktivitas memberi makan ikan dapat
mengganggu sistem rantai makanan mereka
3.Jangan pernah memberi makan ikan-ikan di laut dengan nasi atau roti yang kita bawa dari darat. Ikan-ikan memiliki sumber makanan sendiri, bukan nasi atau roti tentunya. Aktivitas pemberian makan akan mengacaukan sistem rantai makanan mereka. Bisa jadi ikan-ikan akan menjadi tergantung dengan makanan yang diberikan oleh wisatawan.




4.Jangan pernah membuang sampah di laut atau meninggalkannya di pulau-pulau kecil yang tidak memiliki tempat pengolahan sampah. Bawalah kembali sampahmu ke daratan.
Dilarang mengambil pasir pantai!
5.Jangan mengambil pasir atau cangkang kerang di pantai-pantai yang kita kunjungi.
6. Tolaklah jika pemandu meminta kamu untuk berpose memegang terumbu karang.
7. Tolaklah jika pemandu mengajak kamu untuk memberi makan ikan.
8. Sampaikan himbauan untuk tidak menyentuh terumbu karang atau memberi makan ikan kepada pemandu yang menemani perjalananmu.
9. Tegurlah peserta trip yang lain jika melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.


Sikap bijak kita dalam berwisata akan menentukan keberlanjutan tempat-tempat dengan keindahan alam yang luar biasa itu. Maka, pastikan kita tidak menjadi bagian agen “perusak” alam atau objek wisata yang kita kunjungi.[Inu]

Catatan:
Beberapa foto diambil dari dokumentasi sukawisata.

0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys