Dahulu kala, sekitar 1.300 tahun yang lalu berdirilah
sebuah wangsa yang mengisi peradaban di Jawa Tengah dan sekitarnya hampir 300
tahun lamanya. Syailendra, atau Raja Gunung, begitu wangsa itu dikenal. Selama
kurun waktu itu telah puluhan candi yang dihasilkan. Beberapa di antaranya
masih dapat kita jumpai sekarang. Sebut saja Borobudur. Siapa yang tak kenal dengan candi yang dirintis
pembangunannya oleh Rakai Panangkaran ini? Candi Buddha terbesar di dunia ini
menyimpan sejuta misteri yang hingga kini masih belum terpecahkan.
Relief-relief yang dipahatkan di kaki dan tubuhnya diinterpretasikan sebagai
sebuah kitab panduan perjalanan para Yogin –ahli yoga-. Belum lagi teori-teori
mengenai Borobudur sebagai monumen tunggal yang berkolaborasi dengan lingkungan
sekitarnya. Konflik kepentingan yang tak kunjung surut pun juga mewarnai riuh
rendahnya nafas kehidupan di Borobudur.
Lalu, bagaimana dengan Prambanan? Candi yang sering dikaitkan dengan legenda Roro
Jonggrang dan Bandung Bondowoso ini juga menyimpan cerita menarik di balik
molek tubuhnya. Di candi ini kitab Ramayana dipahatkan dengan sangat apik.
Candi ini juga bukti nyata sebuah kehidupan antar agama yang harmonis di kala
itu.
Di sisi utara Prambanan, tersebar beberapa candi
dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Sebaran candi itu terletak di
kawasan yang lebih dikenal sebagai Siva Plateau atau Dataran Tinggi Siva,
meskipun di masa selanjutnya ditemukan beragam tinggalan bernafaskan Buddha. Di
kawasan ini setidaknya terdapat lima candi berukuran besar, antara lain Candi
Sojiwan, Ijo, Barong, Banyunibo, dan Ratu Boko.
Candi Sojiwan yang
berlatar agama Buddha diyakini berhubungan dengan Rakryan Sanjiwana. Di bagian
kaki candi dipahatkan relief-relief yang sebagian besar merupakan tokoh binatang
(tantri). Berbeda dengan Candi
Sojiwan, Candi Ijo yang berdiri di
atas bukit Ijo ini bernafaskan Hindu. Candi yang mempunyai keletakan tertinggi
di antara candi-candi yang ada di Yogyakarta ini secara tidak sengaja ditemukan
oleh H.E. Dorrepa, seorang Administratur pabrik pada 1886. Selanjutnya ada Candi Barong yang dibuat untuk memuja
Dewa Wisnu dan saktinya, Sri. Hal yang cukup unik di candi ini adalah bentuk
dari hiasan kala (kepala singa) yang mempunyai rahang bawah. Lazimnya kala yang
digunakan pada candi-candi di DIY dan Jawa Tengah tidak menggunakan rahang
bawah. Candi Banyunibo dengan latar
belakang agama Buddha, menampilkan Dewa Kuwera (dewa kekayaan) dan Dewi Hariti
(Dewi Kesuburan) pada pintu masuknya. Kompleks Ratu Boko yang lebih sohor karena pemandangan matahari terbenamnya
yang begitu memukau menyimpan sejuta misteri yang hingga kini belum
terpecahkan.
Candi-candi
peninggalan Wangsa Syailendra itu akan kita nikmati dengan dua cara. Candi di
kawasan Siva Plateau akan kita jelajahi dengan berjalan kaki. Medan yang
ditempuh bervariasi, dengan tingkat kesulitan 1-5. Kita akan melewati banyak
tanjakan ringan hingga curam yang dipadu dengan pemandangan sawah, perkampungan,
hutan, telaga, serta jalan setapak. Sementara itu, Candi Prambanan dan
Borobudur akan kita telusuri dengan mobil. Jadi, kita tinggal duduk manis saja
di dalam mobil. Anda bisa memilih trip di sini. Apakah akah ikut walking & hiking trip Siva Plateau atau hanya city trip Candi Prambanan-Borobudur, atau mau ikutan dua trip
sekaligus. Silakan tentukan sendiri trip yang Anda sukai. Sebagai gambaran,
kira-kira agenda yang akan kita jalani bersama, seperti berikut ini:
Sabtu, 21 Januari 2012 [Paket I]
06.30 – 07.00 : Registrasi di Pasar Prambanan
07.00 – 07.30 : Perjalanan ke
Candi Sojiwan
07.30 – 08.00 : Dongeng fabel di
Candi Sojiwan
08.00 – 10.00 : Perjalanan menuju
Candi Ijo
10.00 – 11.00 : Cerita-cerita
seputar Candi Ijo
11.00 – 12.00 : Menuju ke Candi
Barong
12.00 – 13.30 : Bersantai di
Barong (Makan siang + ishoma)
13.30 – 14.00 : Menemukan Candi
Banyunibo
14.00 – 14.30 : Cerita-cerita
soal Banyunibo
14.30 – 15.30 : Perjalanan menuju
puncak, Ratu Boko
15.30 – 17.30 : Mengulik Ratu
Boko à Permainan
“Pohon Silsilah Kerajaan Mataram Kuna”
17.30 – 17.45 : Pemandangan matahari terbenam
17.45- 18.00 : Perjalanan
menuju Pasar Prambanan
Minggu, 22 Januari 2012
[Paket II]
07.00 – 07.30 : Registrasi di
Benteng Vredeburg
07.30 – 08.15 : Perjalanan menuju
Candi Prambanan
08.15 – 08.45 : “Membaca Prambanan”
08.45 – 09.45 : Berkenalan dengan
si Molek Prambanan
09.45 – 10.45 : Telusur Candi
Lumbung, Bubrah, Sewu
10.45 – 12.30 : Perjalanan menuju
Candi Borobudur
12.30 – 13.30 : Makan siang dan
Ishoma
13.30 – 14.15 : Membuat Celorot,
kuliner tradisional Desa Borobudur
14.45 – 15.00 : Menuju Monumen
Agung Borobudur
15.00 – 16.00 : Kamadhatu – Rupadhatu – Arupadhatu
16.00 – 17.00 : Mencari Potongan Relief à Permainan Arkeologis
17.00 – 18.00 : Perjalanan pulang
ke Yogyakarta.
Ini yang perlu disiapken sebelum
berangkat:
1. Tas
ransel buat naruh bekal pribadi, seperti obat-obatan pribadi, wadah makan,
payung, buku catetan, kamera, alat tulis, cemilan.
2. Botol
minum dengan kapasitas
sekurang-kurangnya 1 l. Kami
menyediakan air isi ulang.
3. Sandal
atau sepatu yang nyaman buat dipake jalan-jalan.
4. Wadah makan dan sendok.
5. Topi
bagi yang ga gitu tahan sama cuaca panas.
6. Pakai sun
block supaya kulit nggak terbakar sinar matahari.
7. Kresek bekas untuk wadah sampah.
Fasilitas yang kami sediakan:
1.
Interpreter
dari Jaladwara yang akan mendongengkan seputar candi-candi di kawasan Siva
plateau serta Candi Prambanan & Borobudur.
2.
Makan
siang.
3.
Cinderamata.
4.
Peta
kawasan & panduan.
5.
Tiket
masuk semua obyek wisata.
6.
Transportasi
AC [Jogja-Prambanan-Borobudur-Jogja]
Untuk trip Siva Plateu, karena tergolong walking trip, diharapkan setiap peserta mempersiapkan diri
seoptimal mungkin. Ada baiknya melakukan olahraga ringan sebelum hari H. Bagi
yang berminat bisa mendapatkan tiket dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Hubungi:
a.
Jaim
[jaimpoutz@gmail.com ; 085643040230]
b.
Inu
[minoritaskiri@gmail.com ; 085643311441]
2.
Selanjutnya,
melakukan transfer ke rekening berikut:
Bank BCA: 0373062143 [Cabang Jogja a.n Kristanti Wisnu Aji Wardani]
Bank Mandiri: 1430004313217 [Cabang Lumajang a.n Bayu Erliaji]
3.
Melakukan
konfirmasi ke Inu dengan cara mengirimkan pesan singkat (SMS) berisi:
a.
Kata
kunci: SYAILENDRA
b.
Nama
Lengkap:
c.
Bank
Tujuan:
d.
Tanggal/Bulan
Transfer:
e.
Jumlah
Transfer:
Contohnya seperti ini: SYAILENDRA_PAKET
III/BALITUNG/BCA/15JANUARI/310.000
4.
Tanda
bukti transfer harap disimpan dan ditunjukkan saat registrasi ulang.
5.
Tiket
yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan lagi, namun bisa banget kalo
dihibahkan kepada orang lain.
YANG PERLU DIINGET:
Pendaftaran dibuka pada 13 Januari dan ditutup pada 18 Januari 2012.
Biaya untuk tiket:
Paket I: Rp 100.000,-
Paket II: Rp 230.000,-
Paket III [Paket komplit]: Rp 310.000,-
Teriring salam,
JALADWARA: Buka Mata Kenali
Indonesia



02.37
Jaladwara

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar