Kamis, 12 Januari 2012

Trip Napak Tilas Peradaban Wangsa Syailendra


Dahulu kala, sekitar 1.300 tahun yang lalu berdirilah sebuah wangsa yang mengisi peradaban di Jawa Tengah dan sekitarnya hampir 300 tahun lamanya. Syailendra, atau Raja Gunung, begitu wangsa itu dikenal. Selama kurun waktu itu telah puluhan candi yang dihasilkan. Beberapa di antaranya masih dapat kita jumpai sekarang. Sebut saja Borobudur. Siapa yang tak kenal dengan candi yang dirintis pembangunannya oleh Rakai Panangkaran ini? Candi Buddha terbesar di dunia ini menyimpan sejuta misteri yang hingga kini masih belum terpecahkan. Relief-relief yang dipahatkan di kaki dan tubuhnya diinterpretasikan sebagai sebuah kitab panduan perjalanan para Yogin –ahli yoga-. Belum lagi teori-teori mengenai Borobudur sebagai monumen tunggal yang berkolaborasi dengan lingkungan sekitarnya. Konflik kepentingan yang tak kunjung surut pun juga mewarnai riuh rendahnya nafas kehidupan di Borobudur.

Lalu, bagaimana dengan Prambanan? Candi yang sering dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso ini juga menyimpan cerita menarik di balik molek tubuhnya. Di candi ini kitab Ramayana dipahatkan dengan sangat apik. Candi ini juga bukti nyata sebuah kehidupan antar agama yang harmonis di kala itu.

Di sisi utara Prambanan, tersebar beberapa candi dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Sebaran candi itu terletak di kawasan yang lebih dikenal sebagai Siva Plateau atau Dataran Tinggi Siva, meskipun di masa selanjutnya ditemukan beragam tinggalan bernafaskan Buddha. Di kawasan ini setidaknya terdapat lima candi berukuran besar, antara lain Candi Sojiwan, Ijo, Barong, Banyunibo, dan Ratu Boko.

Candi Sojiwan yang berlatar agama Buddha diyakini berhubungan dengan Rakryan Sanjiwana. Di bagian kaki candi dipahatkan relief-relief yang sebagian besar merupakan tokoh binatang (tantri). Berbeda dengan Candi Sojiwan, Candi Ijo yang berdiri di atas bukit Ijo ini bernafaskan Hindu. Candi yang mempunyai keletakan tertinggi di antara candi-candi yang ada di Yogyakarta ini secara tidak sengaja ditemukan oleh H.E. Dorrepa, seorang Administratur pabrik pada 1886. Selanjutnya ada Candi Barong yang dibuat untuk memuja Dewa Wisnu dan saktinya, Sri. Hal yang cukup unik di candi ini adalah bentuk dari hiasan kala (kepala singa) yang mempunyai rahang bawah. Lazimnya kala yang digunakan pada candi-candi di DIY dan Jawa Tengah tidak menggunakan rahang bawah. Candi Banyunibo dengan latar belakang agama Buddha, menampilkan Dewa Kuwera (dewa kekayaan) dan Dewi Hariti (Dewi Kesuburan) pada pintu masuknya. Kompleks Ratu Boko yang lebih sohor karena pemandangan matahari terbenamnya yang begitu memukau menyimpan sejuta misteri yang hingga kini belum terpecahkan.

             Candi-candi peninggalan Wangsa Syailendra itu akan kita nikmati dengan dua cara. Candi di kawasan Siva Plateau akan kita jelajahi dengan berjalan kaki. Medan yang ditempuh bervariasi, dengan tingkat kesulitan 1-5. Kita akan melewati banyak tanjakan ringan hingga curam yang dipadu dengan pemandangan sawah, perkampungan, hutan, telaga, serta jalan setapak. Sementara itu, Candi Prambanan dan Borobudur akan kita telusuri dengan mobil. Jadi, kita tinggal duduk manis saja di dalam mobil. Anda bisa memilih trip di sini. Apakah akah ikut walking & hiking trip Siva Plateau atau hanya city trip Candi Prambanan-Borobudur, atau mau ikutan dua trip sekaligus. Silakan tentukan sendiri trip yang Anda sukai. Sebagai gambaran, kira-kira agenda yang akan kita jalani bersama, seperti berikut ini:
Sabtu, 21 Januari 2012 [Paket I]
06.30 – 07.00      : Registrasi di Pasar Prambanan
07.00 – 07.30      : Perjalanan ke Candi Sojiwan
07.30 – 08.00      : Dongeng fabel di Candi Sojiwan
08.00 – 10.00      : Perjalanan menuju Candi Ijo
10.00 – 11.00      : Cerita-cerita seputar Candi Ijo
11.00 – 12.00      : Menuju ke Candi Barong
12.00 – 13.30      : Bersantai di Barong (Makan siang + ishoma)
13.30 – 14.00      : Menemukan Candi Banyunibo
14.00 – 14.30      : Cerita-cerita soal Banyunibo
14.30 – 15.30      : Perjalanan menuju puncak, Ratu Boko
15.30 – 17.30      : Mengulik Ratu Boko à Permainan “Pohon Silsilah Kerajaan Mataram Kuna”
 17.30 – 17.45     : Pemandangan matahari terbenam
17.45- 18.00        : Perjalanan menuju Pasar Prambanan

Minggu, 22 Januari 2012 [Paket II]
07.00 – 07.30      : Registrasi di Benteng Vredeburg
07.30 – 08.15      : Perjalanan menuju Candi Prambanan
08.15 – 08.45      : “Membaca Prambanan”
08.45 – 09.45      : Berkenalan dengan si Molek Prambanan
09.45 – 10.45      : Telusur Candi Lumbung, Bubrah, Sewu
10.45 – 12.30      : Perjalanan menuju Candi Borobudur
12.30 – 13.30      : Makan siang dan Ishoma
13.30 – 14.15      : Membuat Celorot, kuliner tradisional Desa Borobudur
14.45 – 15.00      : Menuju Monumen Agung Borobudur
15.00 – 16.00      : Kamadhatu – Rupadhatu – Arupadhatu
16.00 – 17.00      : Mencari Potongan Relief à Permainan Arkeologis
17.00 – 18.00      : Perjalanan pulang ke Yogyakarta.

Ini yang perlu disiapken sebelum berangkat:
1.       Tas ransel buat naruh bekal pribadi, seperti obat-obatan pribadi, wadah makan, payung, buku catetan, kamera, alat tulis, cemilan.
2.       Botol minum dengan kapasitas sekurang-kurangnya 1 l. Kami menyediakan air isi ulang.
3.       Sandal atau sepatu yang nyaman buat dipake jalan-jalan.
4.       Wadah makan dan sendok.
5.       Topi bagi yang ga gitu tahan sama cuaca panas.
6.       Pakai sun block supaya kulit nggak terbakar sinar matahari.
7.       Kresek bekas untuk wadah sampah.
Fasilitas yang kami sediakan:
1.       Interpreter dari Jaladwara yang akan mendongengkan seputar candi-candi di kawasan Siva plateau serta Candi Prambanan & Borobudur.
2.       Makan siang.
3.       Cinderamata.
4.       Peta kawasan & panduan.
5.       Tiket masuk semua obyek wisata.
6.       Transportasi AC [Jogja-Prambanan-Borobudur-Jogja]
Untuk trip Siva Plateu, karena tergolong walking trip, diharapkan setiap peserta mempersiapkan diri seoptimal mungkin. Ada baiknya melakukan olahraga ringan sebelum hari H. Bagi yang berminat bisa mendapatkan tiket dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.       Hubungi:
a.       Jaim [jaimpoutz@gmail.com ; 085643040230]
b.      Inu [minoritaskiri@gmail.com ; 085643311441]

2.       Selanjutnya, melakukan transfer ke rekening berikut:
Bank BCA: 0373062143 [Cabang Jogja a.n Kristanti Wisnu Aji Wardani]
Bank Mandiri: 1430004313217 [Cabang Lumajang a.n Bayu Erliaji]

3.       Melakukan konfirmasi ke Inu dengan cara mengirimkan pesan singkat (SMS) berisi:
a.       Kata kunci: SYAILENDRA
b.      Nama Lengkap:
c.       Bank Tujuan:
d.      Tanggal/Bulan Transfer:
e.      Jumlah Transfer:
Contohnya seperti ini: SYAILENDRA_PAKET III/BALITUNG/BCA/15JANUARI/310.000

4.       Tanda bukti transfer harap disimpan dan ditunjukkan saat registrasi ulang.
5.       Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan lagi, namun bisa banget kalo dihibahkan kepada orang lain.

YANG PERLU DIINGET:
Pendaftaran dibuka pada 13 Januari dan ditutup pada 18 Januari 2012.
Biaya untuk tiket:
Paket I: Rp 100.000,-
Paket II: Rp 230.000,-
Paket III [Paket komplit]: Rp 310.000,-

Teriring salam,
JALADWARA: Buka Mata Kenali Indonesia

0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys