Senin, 01 Desember 2014

Museum Kereta Keraton Yogyakarta

Ada sekitar sembilan orang abdi dalem yang terlihat sedang berusaha mengeluarkan kereta Kanjeng Nyai Jimat. Dalam foto hitam putih itu kemungkinan besar kereta akan mengalami proses jamasan. Sayangnya foto lama tersebut tidak dilengkapi dengan angka tahun.

Kereta Kanjeng Nyai Jimat mungkin jadi kereta tertua yang dimiliki oleh Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Menurut beberapa referensi –dan menguping pemandu- kereta ini digunakan semasa HB I. Kereta dibuat di Belanda antara 1750 - 1760 dan merupakan hadiah dari Gubernur Jenderal Jacob Mossel (1750-1761). Kalau benar begitu berarti kereta ini berusia sekitar 254 – 264 tahun. Wow!

Kereta Kanjeng Nyai Jimat yang menjadi koleksi tertua museum ini
Menurut saya kereta ini sangat unik. Nama kereta yang menyandang gelar “Nyai” dan bukan “Kyai” menarik untuk ditelisik lebih lanjut. Biasanya kereta didominasi oleh unsur maskulin, baik nama maupun ornamen. Namun, kereta ini justru diperkuat dengan ornamen patung perempuan yang berada di bawah kusir. Pun bentuk kereta dan ornamen yang diukir di atasnya sungguh kaya dengan motif floral. Meskipun demikian seorang teman mengaku cemas jika seandainya diberi kesempatan untuk berkereta dengan Kanjeng Nyai Jimat. Menurut dia konstruksi kereta seperti menggantung sehingga terkesan ringkih, berbeda dengan kereta-kereta lainnya. Coba Anda perhatikan jika berkunjung :)

Hal itu sungguh berbeda jauh dengan kereta Kyai Garuda Yeksa. Kereta yang dipesan oleh HB VI sekitar 1867-1870 ini sungguh gagah. Teman saya pun terkesima sejak pandang pertama. Betapa tidak, ornamen mahkota yang dijaga oleh empat naga di bagian atap kereta memang mengundang decak kagum. Para naga dan singa seakan menjaga keselamatan penumpang di dalam kereta. Belum lagi ornamen buah-buahan dan aneka bentuk floral yang menggiurkan. Sangat Eropa!

Megahnya kereta Garuda Yeksa
Di museum kereta ini Anda juga bisa menyaksikan dari dekat kereta yang digunakan dalam pisowanan agung tahun lalu. Kereta Jongwiyat namanya. Ia dibuat oleh M.L. Hermans & Co pada 1880 yang merupakan pesanan Sultan HB VII. Belum banyak yang saya dapatkan tentang perusahaan yang sering membuat kereta-kereta untuk berbagai kerajaan ini. Pencarian saya mampir ke sebuah lukisan koleksi rijkmuseum. Diceritakan bahwa lukisan tersebut merupakan pesanan khusus dari Hermans en Co sebagai sebuah iklan tentang kereta kerajaan. Kebetulan yang dilukis ialah kereta pesanan Sultan Mangkunegoro IV pada 1870. Sayangnya tak ada iklan yang dibuat oleh Hermans en Co untuk kereta pesanan sultan Yogya.

Aneka roda buatan bermacam pabrik kereta di Eropa
Perusahaan Spyker atau Spijker cukup banyak membuat kereta untuk keraton Yogyakarta. Perusahaan ini mulai beroperasi pada 1880 di Hilversum, Belanda, dijalankan oleh Hendrik-Jan Spijker. Ketika pasarnya sudah meluas ke luar negeri maka ejaan “ij” diubah menjadi “y” pada 1903. Pabriknya pun pindah ke Trompenburg, Amsterdam pada 1898. Maka kereta-kereta yang sudah menggunakan merek Spyker berarti dipesan setelah 1903. Kereta-kereta buatan Spyker antara lain kereta Kyai Puspoko Manik, kereta Landowe Ngabean, dan kereta Landower. Adapun kereta Landower Surabaya meskipun digarap oleh Spyker namun menggunakan lampu buatan Labourdette, Paris.

Bermacam jenis lampu pada kereta-kereta di museum
Perusahaan lain yang turut mewarnai kereta keraton Yogyakarta antara lain Eduard Kühlstein, Charlottenburg, Berlin. Lalu ada Henrich & Veth, Arnhem. Joseph Gibson, 13sand st, Birmingham meramaikan ragam lampu pada kereta Landower Wisman. Perusahaan lokal juga turut ambil bagian dalam membuat kereta keraton, seperti perusahaan G. Barendse asal Semarang yang membuat kereta Premili. Perusahaan ini pun ikut dalam acara Koloniale Tentoonstelling di Semarang pada 1914.

Seluruh koleksi museum kereta hanya dilengkapi dengan nama kereta. Tak ada informasi lebih selain itu. Mungkin ini salah satu cara museum untuk mengajak pengunjung menggunakan jasa pemandu. Namun, jika Anda ingin menikmati koleksi secara perlahan maka perhatikan dengan seksama tiap kereta lalu cari informasi lebih lanjut ketika sampai di rumah :)

Catatan kunjungan 5 November 2014

0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys